Kondisi Hilal Muharam 1448 H di Wilayah Indonesia
Konjungsi (Ijtimak)
Konjungsi menjelang awal bulan Muharam 1448 H terjadi pada Senin, 15 Juni 2026, pukul 09.54.20 WIB.
Kondisi Hilal Saat Matahari Terbenam (15 Juni 2026)
Pengamatan dilakukan pada Senin, 15 Juni 2026, bertepatan dengan 29 Zulhijah 1447 H, saat matahari terbenam. Berikut kondisi hilal di wilayah Indonesia pada saat tersebut:
Azimuth Matahari: berkisar 293,3° – 293,6°
Azimuth Bulan: berkisar 297,6° – 298,9°
Ketinggian Hilal (altitude haqiqi): berkisar 0,4° – 3,8°
Elongasi geosentris Bulan–Matahari: berkisar 5,2° – 6,2°
Umur Bulan: berkisar 5 jam 30 menit – 8 jam 58 menit
Fraksi Iluminasi Bulan: berkisar 0,08% – 0,21%
Azimuth saat Bulan terbenam (moonset): berkisar 298,0° – 298,5°

Dari data tersebut terlihat bahwa ketinggian hilal di wilayah Indonesia pada 15 Juni 2026 bervariasi cukup lebar, dari yang sangat rendah (0,4°) hingga mendekati 4°, dengan elongasi berkisar 5° hingga sedikit di atas 6°, dan fraksi iluminasi bulan yang masih sangat kecil (di bawah 0,25%). Titik dengan kondisi hilal terbaik — baik dari sisi ketinggian maupun elongasi — tercatat berada di Aceh.
Ijtimak Bulan Berikutnya
Sebagai catatan tambahan, konjungsi menjelang bulan Safar 1448 H diperkirakan terjadi pada Selasa, 14 Juli 2026, pukul 16.43.39 WIB.