Kondisi Hilal Rabiulakhir 1448 H di Wilayah Indonesia
Konjungsi (Ijtimak)
Konjungsi menjelang awal bulan Rabiulakhir 1448 H terjadi pada Jumat, 11 September 2026, pukul 10.27.00 WIB. Peristiwa ini berlangsung kurang dari delapan jam sebelum waktu matahari terbenam di wilayah Indonesia pada hari yang sama, sehingga usia bulan saat pengamatan hilal masih tergolong sangat muda.
Kondisi Hilal Saat Matahari Terbenam (11 September 2026)
Pengamatan dilakukan pada Jumat, 11 September 2026, bertepatan dengan 29 Rabiulawal 1448 H, saat matahari terbenam. Berikut kondisi hilal di wilayah Indonesia pada saat tersebut:
Azimuth Matahari: berkisar 274,4° – 274,5°
Azimuth Bulan: berkisar 270,6° – 271,9°
Ketinggian Hilal (altitude haqiqi): berkisar 0,1° – 1,4°
Elongasi geosentris Bulan–Matahari: berkisar 2,8° – 4,3°
Umur Bulan: berkisar 5 jam 6 menit – 8 jam 14 menit
Fraksi Iluminasi Bulan: berkisar 0,05% – 0,14%
Azimuth saat Bulan terbenam (moonset): berkisar 270,8° – 271,6°
Dari data tersebut terlihat bahwa ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia pada 11 September 2026 masih berada di bawah 1,5°, dengan elongasi di bawah 5°, dan fraksi iluminasi bulan kurang dari 0,15%. Kombinasi parameter ini menunjukkan hilal berada pada kondisi yang sangat tipis dan rendah di ufuk barat segera setelah matahari terbenam.
Objek Astronomis di Sekitar Hilal
Pada rentang waktu pengamatan ini, Pada tanggal 11 September 2026, dari sejak Matahari terbenam hingga Bulan terbenam ada objek astronomis yaitu Venus (berada diatas hilal) yang elongasinya lebih dari 10° dari Bulan.
Visibilitas Hilal Dunia
Empat kriteria visibilitas hilal yang dipakai secara luas — Odeh (limit Danjon <7°), Shaukat (limit Danjon <7°), Yallop (limit Danjon =7°), dan SAAO (limit Danjon =7°) — kompak menyatakan hilal tidak terlihat di seluruh kawasan Indonesia. Titik dengan prospek “terbaik” pun sebenarnya masih jauh dari kriteria observable: Pelabuhan Ratu unggul dari sisi altitude, sementara Aceh unggul dari sisi elongasi — namun keduanya tetap masuk kategori tidak teramati.
Secara global, kriteria Yallop menunjukkan hilal awal Rabiulakhir 1448 H praktis tidak terlihat di seluruh dunia, kecuali di sebagian kecil Amerika Selatan. Prediksi visibilitas pertama di dunia (first visibility) baru terjadi pada:
– Optimum (Op): 12 September pukul 01.49 WIB (11 September, 17.49 waktu lokal Atlantik Selatan, GMT-1)
– Marginal (MT): 12 September pukul 05.09 WIB (11 September, 19.09 waktu lokal Argentina, GMT-3)
Ijtimak Bulan Berikutnya
Sebagai catatan tambahan, konjungsi menjelang bulan Jumadilawal 1448 H diperkirakan terjadi pada Sabtu, 10 Oktober 2026, pukul 22.50.15 WIB.