Kondisi Hilal Rabiulawal 1448 H di Wilayah Indonesia
Konjungsi (Ijtimak)
Konjungsi menjelang awal bulan Rabiulawal 1448 H terjadi pada Kamis, 13 Agustus 2026, pukul 00.36.41 WIB. Peristiwa ini juga bertepatan dengan terjadinya gerhana matahari total, meskipun gerhana tersebut tidak dapat disaksikan dari wilayah Indonesia.
Kondisi Hilal Saat Matahari Terbenam (13 Agustus 2026)
Pengamatan dilakukan pada Kamis, 13 Agustus 2026, bertepatan dengan 29 Safar 1448 H, saat matahari terbenam. Berikut kondisi hilal di wilayah Indonesia pada saat tersebut:
Azimuth Matahari: berkisar 284,6° – 284,7°
Azimuth Bulan: berkisar 280,4° – 283,4°
Ketinggian Hilal (altitude haqiqi): berkisar 6,3° – 7,7°
Elongasi geosentris Bulan–Matahari: berkisar 7,4° – 9,3°
Umur Bulan: berkisar 14 jam 58 menit – 18 jam 16 menit
Fraksi Iluminasi Bulan: berkisar 0,52% – 0,77%
Azimuth saat Bulan terbenam (moonset): berkisar 280,9° – 281,9°
Dari data tersebut terlihat bahwa ketinggian hilal di wilayah Indonesia pada 13 Agustus 2026 sudah berada pada kisaran 6° hingga hampir 8°, dengan elongasi di atas 7°, umur bulan yang relatif matang (hampir mencapai 18 jam), serta fraksi iluminasi bulan yang lebih tinggi dibanding bulan-bulan dengan hilal tipis. Titik dengan ketinggian hilal tertinggi tercatat di Bengkulu, sedangkan titik dengan elongasi terbesar tercatat di Aceh.
Ijtimak Bulan Berikutnya
Sebagai catatan tambahan, konjungsi menjelang bulan Rabiulakhir 1448 H diperkirakan terjadi pada Jumat, 11 September 2026, pukul 10.27.00 WIB.
(Falak ABI)