Kondisi Hilal Zulhijah 1447
Kondisi Hilal Zulqaidah 1447 H (bulan sebelum nya)
Ijtimak awal Zulqaidah 1447 terjadi pada pukul 18:52:32 WIB di tanggal 17 April 2026. Karena ijtimak terjadi setelah matahari terbenam di wilayah Indonesia, maka pengamatan hilal awal Zulqaidah 1447 H dilakukan pada 18 April 2026 dan sebagaimana telah diumumkan Dewan Syura Ahlulbait Indonesia, awal Zulqaidah 1447 H jatuh pada hari Minggu, 19 April 2026
Kondisi Hilal Saat Rukyat Awal Zulhijah 1447 H
Berdasarkan awal Zulqaidah yang jatuh pada tanggal 19 April 2026, maka rukyat awal Zulhijah 1447 dilakukan pada Minggu, 17 Mei 2026 (29 hari setelah 19 April 2026). Ijtimak terjadi pada pukul 03:01:16 WIB di tanggal 17 Mei 2026, ijtimak terjadi sebelum sunset untuk seluruh wilayah Indonesia, sehingga rukyat dilakukan pada hari itu di tanggal 17 Mei 2026.
Data Hisab Awal Zulhijah 1447 H Untuk Kawasan Indonesia

1. Secara astronomis pelaksanaan rukyat Hilal penentu awal bulan Zulhijah 1447 H bagi yang menerapkan rukyat dalam penentuannya adalah setelah Matahari terbenam tanggal 17 Mei 2026.
2. Ketinggian Hilal haqiqi di Indonesia saat Matahari terbenam pada 17 Mei 2026, berkisar antara 3.0 ⁰ di Merauke, Papua sampai dengan 6.8 ⁰ di Sabang, Aceh.
3. Elongasi toposentris di Indonesia saat Matahari terbenam pada 17 Mei 2026, berkisar antara 8.4 ⁰ di Merauke, Papua sampai dengan 9.8 ⁰ di Sabang, Aceh.
4. Umur Bulan di Indonesia saat Matahari terbenam pada 17 Mei 2026, berkisar antara 12 jam 22 menit di Merauke, Papua sampai dengan 15 jam 45 menit di Sabang, Aceh.
5. Lag di Indonesia saat Matahari terbenam pada 17 Mei 2026, berkisar antara 18.42 menit di Merauke, Papua sampai dengan 35.8 menit di Sabang, Aceh.
6. Fraksi Illuminasi Bulan di Indonesia saat Matahari terbenam pada 17 Mei 2026, berkisar antara 0.42% di Jayapura, Papua sampai dengan 0.68% di Banda Aceh, Aceh.
7. Pada tanggal 17 Mei 2026, dari sejak Matahari terbenam hingga Bulan terbenam terdapat Merkurius dan Uranus yang jarak sudutnya lebih kecil daripada 10° dari Bulan