Hilal Awal Safar 1448 H Terlihat di Sejumlah Titik, Rukyat Digelar Serentak di Berbagai Daerah
Rabu, 15 Juli 2026 — Tim-tim rukyatul hilal yang tergabung dalam jaringan pemantauan Rukyatul Hilal di bawah koordinasi Lembaga Falak Ahlulbait Indonesia (ABI) menggelar pemantauan hilal awal bulan Safar 1448 Hijriah secara serentak di berbagai wilayah Indonesia. Dari sejumlah lokasi pemantauan, hilal berhasil dilihat baik secara optik maupun kasat mata, sementara beberapa titik lain melaporkan kegagalan melihat hilal akibat kondisi cuaca berkabut dan berawan tebal.
Data Hisab: Hilal Berpeluang Terlihat di Seluruh Indonesia
Berdasarkan data hisab yang dirilis untuk wilayah Indonesia, ijtimak (konjungsi) awal Safar 1448 H terjadi pada hari Selasa, 14 Juli 2026 pukul 16:43:39 WIB. Saat matahari terbenam pada Rabu, 15 Juli 2026, posisi bulan berada pada ketinggian (altitude hakiki) berkisar 11,4° hingga 13,4°, dengan elongasi bulan-matahari antara 12,4° hingga 14,4°. Usia hilal saat itu tercatat berkisar 22 jam 47 menit hingga 26 jam 14 menit, dengan tingkat iluminasi 1,30% hingga 1,72%.
Dengan parameter tersebut, seluruh kriteria visibilitas hilal yang digunakan — baik kriteria Odeh, Shaukat, Yallop, maupun SAAO (dengan limit sudut Danjon berkisar 7°) — secara konsisten menunjukkan bahwa hilal berpeluang terlihat di seluruh kawasan Indonesia. Wilayah dengan prospek visibilitas terbaik, dilihat dari kombinasi altitude dan elongasi, tercatat berada di Aceh. Secara global, hilal pada 15 Juli 2026 diperkirakan dapat teramati di seluruh belahan Bumi menurut kriteria Yallop.
Laporan dari Titik-Titik Rukyat
Sejalan dengan prediksi hisab tersebut, laporan sementara yang masuk dari berbagai titik pemantauan pada Rabu petang, 15 Juli 2026, menunjukkan hasil yang beragam:
Hilal terlihat:
Gubugklakah, Malang, Jawa Timur — hilal teramati menggunakan teleskop pada pukul 17.53 WIB, di tengah cuaca cerah meski tampak awan hitam di ufuk.

Hilal terlihat dengan telescope pada jam 17.53 WIB di gubugklakah Malang
Plajan, Jepara — hilal terlihat dalam kondisi cuaca cerah berawan, dikonfirmasi oleh tiga pemantau.

Hilal terlihat di Jepara, bisakah anda menemukan nya?
Jembatan Rumpiang, Batola, Kalimantan Selatan — hilal terlihat dalam cuaca cerah berawan.

dengan foto HP diperbesar, Jembatan Rumpiang, Batola, Kalsel
Pelabuhan Tanjung Tembaga, Probolinggo — hilal terlihat dalam cuaca cerah, dengan waktu penampakan oleh tiga pemantau berkisar antara pukul 17.50 hingga 17.54 WIB.

Foto HP di zoom, gambar pecah krn kualitas camera, pel. tanjung tembaga probolinggo
Pulorancang, Gegesik, Cirebon — hilal terlihat pukul 18.10 WIB di tengah cuaca cerah dengan awan hitam di ufuk.

Hilal di Cirebon, bisakah anda menemukan nya?
Hilal tidak terlihat:
Pantai Palippis, Polewali Mandar, Sulawesi Barat — hilal tidak berhasil dilihat akibat kondisi berkabut dan berawan.

Tim Falak ABI Sulbar
Nyamplung Cobong, Jember — hilal tidak terlihat oleh lima pemantau, disebabkan kabut dan awan tebal.


Pontianak,Kalimantan Barat — hilal tidak terlihat oleh dua pemantau, disebabkan cuaca mendung.

Sementara itu, tim rukyat di Aceh — wilayah yang menurut data hisab justru memiliki prospek visibilitas terbaik — dilaporkan tidak melakukan pemantauan (tidak turun) pada kesempatan ini.
Penutup
Dengan sejumlah laporan keberhasilan rukyat yang sejalan dengan hasil hisab, hilal awal bulan Safar 1448 H dinyatakan terlihat (visibilitas hilal terpenuhi) di beberapa lokasi resmi jaringan Falak ABI. Laporan-laporan ini bersifat sementara dan akan direkap lebih lanjut oleh Lembaga Falak ABI sebagai bagian dari proses sidang itsbat penetapan awal bulan Safar 1448 H.
Catatan redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan kompilasi laporan sementara hasil pemantauan hilal dari tim-tim rukyat di lapangan serta data hisab resmi untuk wilayah Indonesia. (Falak ABI)