Kondisi Hilal Safar 1448 H di Wilayah Indonesia
Konjungsi (Ijtimak)
Konjungsi menjelang awal bulan Safar 1448 H terjadi pada Selasa, 14 Juli 2026, pukul 16.43.39 WIB. Ijtimak ini terjadi setelah matahari terbenam di kawasan Indonesia timur, sementara di bagian tengah/selatan Indonesia, waktu terbenamnya bulan (moonset) mendahului waktu terbenamnya matahari (sunset).
Kondisi Hilal Saat Matahari Terbenam (15 Juli 2026)
Pengamatan dilakukan pada Rabu, 15 Juli 2026, bertepatan dengan 29 Muharam 1448 H, saat matahari terbenam. Berikut kondisi hilal di wilayah Indonesia pada saat tersebut:
Azimuth Matahari: berkisar 291,5° – 291,7°
Azimuth Bulan: berkisar 289,4° – 294,1°
Ketinggian Hilal (altitude haqiqi): berkisar 11,4° – 13,4°
Elongasi geosentris Bulan–Matahari: berkisar 12,4° – 14,4°
Umur Bulan: berkisar 22 jam 47 menit – 26 jam 14 menit
Fraksi Iluminasi Bulan: berkisar 1,30% – 1,72%
Azimuth saat Bulan terbenam (moonset): berkisar 289,9° – 290,9°

Dari data tersebut terlihat bahwa ketinggian hilal di wilayah Indonesia pada 15 Juli 2026 sudah cukup tinggi, berkisar antara 11° hingga lebih dari 13°, dengan elongasi di atas 12°, umur bulan yang telah melewati satu hari penuh (lebih dari 22 jam), serta fraksi iluminasi bulan yang lebih besar dibanding bulan-bulan sebelumnya. Titik dengan kondisi hilal terbaik — baik dari sisi ketinggian maupun elongasi — tercatat berada di Aceh.
Ijtimak Bulan Berikutnya
Sebagai catatan tambahan, konjungsi menjelang bulan Rabiulawal 1448 H diperkirakan terjadi pada Kamis, 13 Agustus 2026, pukul 00.36.41 WIB.
(Falak ABI)