Panduan Pengamatan Bulan Maret 2025

Kapan Melihat Bulan Purnama di Bulan Maret?

Bulan Purnama di bulan Maret akan mencapai pencahayaan maksimal pada 14 Maret 2025.

Apa Itu Bulan Purnama?

Bulan Purnama terjadi ketika Matahari dan Bulan berada di sisi yang berlawanan dari Bumi, sehingga sisi Bulan yang terlihat dari Bumi sepenuhnya diterangi cahaya Matahari.

Bulan biasanya tampak penuh beberapa hari sebelum dan sesudah pencahayaan puncaknya. Ini adalah satu-satunya fase di mana Bulan bersinar sepanjang malam, dengan waktu terbit dan terbenamnya kira-kira bersamaan dengan matahari terbenam dan matahari terbit.

Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari di Bulan Maret  

Maret menjadi awal musim gerhana pertama tahun 2025, dan kita akan disuguhi gerhana bulan total pertama dalam 2,5 tahun terakhir, yang terjadi pada 14 Maret 2025 (tidak terlihat di Indonesia).

Amerika Utara, Amerika Selatan, serta Kanada akan dapat melihat gerhana ini secara penuh.

Bagian barat Eropa dan Afrika akan melihat gerhana saat bulan terbenam.

Australia dan Selandia Baru akan mengalami gerhana saat bulan terbit.

Gerhana bulan total terjadi saat Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus, dengan Bumi menutupi cahaya Matahari sepenuhnya, sehingga bayangan merah gelap tampak menutupi Bulan. Inilah sebabnya mengapa gerhana bulan total sering disebut sebagai Blood Moon atau Bulan Darah.

Dua minggu setelah gerhana bulan total, pada 29 Maret 2025, akan terjadi gerhana matahari parsial (tidak terlihat di Indonesia), ketika Bulan menutupi sebagian Matahari.

– Gerhana ini dapat terlihat dari Timur Amerika Utara, Greenland, sebagian besar Eropa, Rusia Utara, dan beberapa bagian barat laut Afrika.

– Di Nunavik, Quebec, Kanada, titik dengan gerhana terbesar, lebih dari 90% Matahari akan tertutupi oleh cakram Bulan.

Planet di Dekat Bulan  

Venus akan tetap bersinar terang di bulan Maret. Pada 1 atau 2 Maret, cobalah melihat ke arah barat setelah matahari terbenam untuk menemukan Venus yang berada dekat dengan Bulan Sabit Muda.

– Jika berada di Belahan Bumi Utara, Anda mungkin dapat melihat Merkurius. Namun, karena ukurannya kecil dan letaknya dekat dengan Matahari, planet ini cukup sulit diamati dengan mata telanjang.

Gunakan peta langit malam untuk menjelajahi posisi Bulan, konstelasi, bintang, dan planet yang ada di dekatnya.

Bulan Purnama di Maret Disebut Worm Moon

Bulan Purnama di bulan Maret dikenal sebagai Worm Moon. Nama ini berasal dari cacing tanah yang mulai muncul saat suhu tanah menghangat.

Beberapa nama lain yang dikaitkan dengan awal musim semi:

– Suku asli Amerika menyebutnya Crow Moon, Snow Crust Moon, Sap Moon, atau Sugar Moon.

– Eropa memiliki berbagai nama untuknya, seperti Wind Moon, Plough Moon, Death Moon, dan Chaste Moon.

Dengan beragam fenomena langit yang terjadi di bulan Maret ini, pastikan untuk menandai tanggalnya dan menikmati pemandangan luar biasa yang ditawarkan alam semesta! 🌕✨

Posted in: Moon Sighting

Related Posts

Apakah Rukyat Hilal Harus Ijtimak Dahulu ?
21/01/2026 0

Pendahuluan Pertanyaan “apakah rukyat hilal harus ijtimak terlebih dahulu?” sering muncul ...

Kondisi Hilal Syakban 1447 untuk Wilayah Indonesia
19/01/2026 0

Kondisi Hilal Rajab 1447 H Ijtimak awal Rajab 1447 terjadi pada pukul 08:43:21 WIB di tanggal ...

Kondisi Hilal Rajab 1447 untuk Wilayah Indonesia
19/12/2025 0

Kondisi Hilal Jumadilakhir 1447 H Ijtimak awal Jumadilakhir terjadi pada pukul 13:47:14 WIB di ...

Analemma Matahari Bulan Desember 2025
12/12/2025 0

  Analemma adalah gambar yang menunjukkan perubahan posisi Matahari di langit apabila ...

Kondisi Hilal Jumadilakhir 1447 untuk Wilayah Indonesia
19/11/2025 0

Kondisi Hilal Jumadilawal 1447 H Ijtimak awal Jumadilawal terjadi pada pukul 19:25:03 WIB di ...