Kondisi Hilal Syakban 1447 untuk Wilayah Indonesia
Kondisi Hilal Rajab 1447 H
Ijtimak awal Rajab 1447 terjadi pada pukul 08:43:21 WIB di tanggal 20 Desember. Karena ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam di wilayah Indonesia, maka pengamatan hilal awal Rajab 1447 H dilakukan pada 20 Desember 2025 dan sebagaimana telah diumumkan Dewan Syura Ahlulbait Indonesia, awal Rajab 1447 H jatuh pada hari Senin, 22 Desember 2025
Kondisi Hilal Saat Rukyat Awal Syakban 1447 H
Berdasarkan awal Rajab yang jatuh pada tanggal 22 Desember 2025, maka rukyat awal Syakban 1447 dilakukan pada Senin , 19 Januari 2026 (29 hari setelah 22 Desember 2025). Ijtimak terjadi pada pukul 02:52:10 WIB di tanggal 19 Januari 2026, dan saat matahari terbenam di hari itu (19 Januari 2026), ijtimak sudah terjadi untuk seluruh wilayah Indonesia.
Data Hisab awal Syakban 1447 H untuk wilayah Indonesia

1. Untuk penentuan awal bulan Syakban 1447 H, konjungsi / ijtimak akan terjadi pada hari Senin, 19 Januari 2026 M, pukul 02.52.10 WIB atau Senin, 19 Januari 2026 M, pukul 03.52.10 WITA atau Senin, 19 Januari 2026 M, pukul 04.52.10 WIT. Di wilayah Indonesia pada tanggal 19 Januari 2026, waktu Matahari terbenam paling awal adalah pukul 17.55.12 WIT di Jayapura, Papua dan waktu Matahari terbenam paling akhir adalah pukul 18.45.5 WIB di Calang, Aceh. Dengan memperhatikan waktu konjungsi dan Matahari terbenam, dapat dikatakan konjungsi terjadi sebelum Matahari terbenam tanggal 19 Januari 2026 di seluruh wilayah Indonesia.
2. Secara astronomis pelaksanaan rukyat Hilal penentu awal bulan Syakban 1447 H bagi yang menerapkan rukyat dalam penentuannya adalah setelah Matahari terbenam tanggal 19 Januari 2026.
3. Ketinggian Hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 19 Januari 2026, berkisar antara 5.0⁰ di Jayapura, Papua sampai dengan 6.2⁰ di Tua Pejat, Sumatera Barat.
4. Elongasi toposentris di Indonesia saat Matahari terbenam pada 19 Januari 2026, berkisar antara 6.0⁰ di Jayapura, Papua sampai dengan 7.2⁰ di Calang, Aceh.
5. Umur Bulan di Indonesia saat Matahari terbenam pada 19 Januari 2026, berkisar antara 13 jam 3 menit di Jayapura, Papua sampai dengan 15 jam 53 menit di Calang, Aceh.
6. Lag di Indonesia saat Matahari terbenam pada 19 Januari 2026, berkisar antara 26.1 menit di Jayapura, Papua sampai dengan 31.5 menit di Tua Pejat, Sumatera Barat.
7. Fraksi Illuminasi Bulan di Indonesia saat Matahari terbenam pada 19 Januari 2026, berkisar antara 0.30% di Jayapura, Papua sampai dengan 0.44% di Banda Aceh, Aceh.
8. Pada tanggal 19 Januari 2026, dari sejak Matahari terbenam hingga Bulan terbenam terdapat objek astronomis yaitu Venus yang jarak sudutnya lebih kecil daripada 10° dari Bulan. (Falak ABI)