Apakah Rukyat Hilal Harus Ijtimak Dahulu ?
Pertanyaan “apakah rukyat hilal harus ijtimak terlebih dahulu?” sering muncul setiap menentukan penentuan awal bulan Hijriah. Untuk memahaminya dengan baik, kita perlu melihatnya dari sudut pandang astronomi sederhana , khususnya bagaimana Bulan mengelilingi Bumi dan Bumi mengelilingi Matahari .
Artikel ini disusun dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh masyarakat umum.
Apa Itu Ijtimak?
Ijtimak (konjungsi) adalah peristiwa ketika Bulan dan Matahari berada pada satu garis bujur ekliptika yang sama jika dilihat dari Bumi . Pada saat ijtimak:
- Bulan berada di antara Bumi dan Matahari
- Sisi Bulan yang menghadap Bumi tidak terkena cahaya Matahari
- Bulan tidak terlihat sama sekali dari Bumi
Dengan kata lain, ijtimak adalah akhir bulan lama/tua, bukan awal bulan baru.
Bagaimana Peredaran Bulan dan Bumi?
1. Bulan Mengelilingi Bumi
- Bulan mengelilingi bumi sekitar 29,5 hari
- Selama peredarannya, posisi Bulan terhadap Matahari selalu berubah
- Perubahan posisi ini menyebabkan fase-fase Bulan: Bulan baru, sabit, separuh, purnama, dan seterusnya
2. Bumi Mengelilingi Matahari
- Bumi mengelilingi Matahari selama 1 tahun
- Karena peredaran ini, posisi Matahari di langit sore hari selalu berubah sepanjang tahun
Perpaduan dua gerakan inilah yang menentukan apakah Bulan dapat terlihat setelah Matahari terbenam atau tidak .
Kapan Hilal Bisa Terlihat?
Hilal adalah Bulan sabit tipis pertama yang mungkin terlihat setelah Matahari terbenam.
Agar hilal mungkin terlihat:
1. Ijtimak harus sudah terjadi
2. Setelah ijtimak, Bulan bergerak menjauh dari Matahari
3. Saat Matahari terbenam, Bulan sudah berada:
- Di atas ufuk
- Memiliki jarak sudut (elongasi) dari Matahari
- Memiliki ketinggian tertentu
Jika rukyat dilakukan sebelum ijtimak , maka:
- Bulan masih berada sebelum fase Bulan baru
- Posisi Bulan masih sangat dekat dengan Matahari
- Hilal pasti tidak mungkin terlihat
Apakah Rukyat Hilal Harus Setelah Ijtimak?
Secara astronomi: YA, harus setelah ijtimak.
Alasannya:
- Sebelum ijtimak, Bulan belum memasuki fase bulan baru
- Hilal adalah bagian dari fase Bulan setelah ijtimak
- Mengamati hilal sebelum ijtimak sama dengan mencari sesuatu yang belum ada
Oleh karena itu, seluruh sistem hisab dan rukyat di dunia menjadikan ijtImak sebagai syarat awal sebelum kemungkinan rukyat hilal.
Hubungan Hisab dan Rukyat
- Hisab menentukan kapan ijtimak terjadi dan memprediksi posisi Bulan
- Rukyat adalah upaya membuktikan secara langsung apakah Bulan benar-benar terlihat
Hisab memberi tahu kapan dan di mana hilal mungkin terlihat, sedangkan rukyat memastikan apakah benar-benar terlihat .
Keduanya saling melengkapi, bukan saling bersaing.

Ya benar — Bulan bergerak ke arah timur setelah ijtimak, dan sebenarnya selalu bergerak ke arah timur relatif terhadap bintang-bintang, baik sebelum maupun sesudah ijtimak. Penjelasannya sebagai berikut, dengan bahasa sederhana.
1️⃣ Arah gerak Bulan yang sebenarnya
- Bulan mengelilingi Bumi dari barat ke timur
- Kecepatan rata-rata geraknya sekitar 13° per hari (≈ 0,5° per jam)
- Gerak ini disebut gerak hakiki Bulan
Artinya, setiap hari posisi Bulan bergeser ke timur dibandingkan posisi Matahari dan bintang.
2️⃣ Mengapa setelah ijtimak Bulan terlihat di sebelah timur Matahari?
Saat ijtimak:
- Bulan dan Matahari berada pada satu garis bujur ekliptika
- Bulan berada di antara Bumi dan Matahari
- Bulan tidak terlihat
Setelah ijtimak:
- Bulan terus bergerak ke arah timur
- Matahari tampak lebih “lambat” karena gerakan semunya
- Akibatnya, Bulan mulai tertinggal di sebelah timur Matahari
Inilah sebabnya:
- Hilal terlihat setelah Matahari terbenam
- Bulan terbenam lebih lambat dari Matahari
➡️ Semakin lama setelah ijtimak, semakin jauh Bulan ke timur dari Matahari (elongasi bertambah).
3️⃣ Mengapa Matahari tampak bergerak ke barat?
Ini sering membingungkan.
- Bumi berotasi dari barat ke timur
- Akibatnya semua benda langit tampak bergerak dari timur ke barat
- Ini disebut gerak semu harian
⚠️ Gerak semu ≠ gerak sebenarnya
| Gerak semu harian | Rotasi Bumi | Timur → Barat |
| Gerak hakiki Bulan | Revolusi Bulan | Barat → Timur |
4️⃣ Hubungan dengan rukyat hilal
Karena Bulan bergerak ke timur:
1. Setelah ijtimak, Bulan pasti berada di timur Matahari
2. Jika Matahari terbenam pukul 18.00:
- Bulan terbenam setelahnya
- Maka rukyat hilal dilakukan:
- Menghadap ufuk barat
- Sedikit ke arah utara atau selatan Matahari (tergantung musim)
Jika ijtimak belum terjadi :
- Bulan masih di barat Matahari
- Bulan terbenam lebih dahulu
- Hilal Mustahil Terlihat
Kesimpulan
1. Ijtimak adalah tanda berakhirnya bulan lama/tua
2. Hilal hanya mungkin ada setelah ijtimak
3. Rukyat hilal harus dilakukan setelah ijtimak, bukan sebelumnya
4. Peredaran Bulan mengelilingi Bumi dan Bumi mengelilingi Matahari menjelaskan secara ilmiah proses ini
Singkatnya, ijtimak adalah syarat mutlak secara astronomis agar hilal bisa terbentuk dan kemudian diamati melalui proses rukyat. Dengan memahami peredaran benda langit, kita dapat melihat bahwa rukyat hilal bukan sekadar tradisi, tetapi praktik ilmiah yang selaras dengan hukum alam
Artikel ini disusun oleh Falak ABI sebagai bahan edukasi falak dan rukyat bagi masyarakat luas.