Prediksi Awal Ramadan 1447
Kondisi Hilal Syakban 1447 H (bulan sebelum nya)
Ijtimak awal Syakban 1447 terjadi pada pukul 02:52:10 WIB di tanggal 19 Januari 2026. Karena ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam di wilayah Indonesia, maka pengamatan hilal awal Syakban 1447 H dilakukan pada 19 Januari 2026 dan sebagaimana telah diumumkan Dewan Syura Ahlulbait Indonesia, awal Syakban 1447 H jatuh pada hari Rabu, 21 Januari 2026
Kondisi Hilal Saat Rukyat Awal Ramadan 1447 H
Berdasarkan awal Syakban yang jatuh pada tanggal 21 Januari 2026, maka rukyat awal Ramadan 1447 dilakukan pada Rabu , 18 Februari 2026 (29 hari setelah 21 Januari 2025). Ijtimak terjadi pada pukul 19:01:25 WIB di tanggal 17 Februari 2026, dan saat matahari terbenam di hari itu (17 Februari 2026), ijtimak belum terjadi untuk seluruh wilayah Indonesia. Dengan kata lain pada tanggal 17 Februari 2026 Ijtimak terjadi setelah sunset untuk seluruh kawasan Indonesia, artinya bagi mereka yang awal Syakban nya jatuh pada 20 Januari 2026 maka mereka akan merukyat hilal di tanggal 17 Februari 2026 dan di hari itu pada saat matahari terbenam ijtimak belum terjadi untuk seluruh kawasan Indonesia
Data Hisab Awal Ramadan 1447 H Untuk Kawasan Indonesia

1. Untuk penentuan awal bulan Ramadan 1447 H, konjungsi akan terjadi pada hari Selasa, 17 Februari 2026 M, pukul 19.01.25 WIB atau Selasa, 17 Februari 2026 M, pukul 20.01.25 WITA atau Selasa, 17 Februari 2026 M, pukul 21.01.25 WIT, yaitu saat nilai bujur ekliptika Matahari dan Bulan tepat sama 328.83⁰, pada saat ijtimak, terjadi juga gerhana Matahari cincin akan tetapi tidak terlihat di seluruh kawasan Indonesia. Di wilayah Indonesia pada tanggal 17 Februari 2026, waktu Matahari terbenam paling awal adalah pukul 17.56.44 WIT di Jayapura, Papua dan waktu Matahari terbenam paling akhir adalah pukul 18.51.25 WIB di Banda Aceh, Aceh. Sementara pada tanggal 18 Februari 2026, waktu Matahari terbenam paling awal adalah pukul 17.56.35 WIT di Jayapura, Papua dan waktu Matahari terbenam paling akhir adalah pukul 18.51.29 WIB di Banda Aceh, Aceh. Dengan memperhatikan waktu konjungsi dan Matahari terbenam, dapat dikatakan konjungsi terjadi setelah Matahari terbenam tanggal 17 Februari 2026 di seluruh wilayah Indonesia.
2. Karena konjungsi terjadi setelah Matahari terbenam pada tanggal 17 Februari 2026, secara astronomis pelaksanaan rukyat Hilal penentu awal bulan Ramadan 1447 H bagi yang menerapkan rukyat dalam penentuannya adalah setelah Matahari terbenam pada tanggal 18 Februari 2026.
3. Ketinggian Hilal (haqiqi) di Indonesia saat Matahari terbenam pada 18 Februari 2026, berkisar antara 7.4⁰ di Merauke, Papua sampai dengan 9.9⁰ di Sabang, Aceh.
4. Elongasi toposentris di Indonesia saat Matahari terbenam pada 18 Februari 2026, berkisar antara 9.8⁰ di Jayapura, Papua sampai dengan 11.3⁰ di Banda Aceh, Aceh.
5. Umur Bulan di Indonesia saat Matahari terbenam pada 18 Februari 2026, berkisar antara 20 jam 55 menit di Jayapura, Papua sampai dengan 23 jam 50 menit di Banda Aceh, Aceh.
6. Lag di Indonesia saat Matahari terbenam pada 18 Februari 2026, berkisar antara 34.99 menit di Merauke, Papua sampai dengan 45.17 menit di Sabang, Aceh.
7. Fraksi Illuminasi Bulan di Indonesia saat Matahari terbenam pada 18 Februari 2026, berkisar antara 0.88% di Jayapura, Papua sampai dengan 1.15% di Calang, Aceh.
8. Pada tanggal 18 Februari 2026, dari sejak Matahari terbenam hingga Bulan terbenam ada objek venus yang jarak sudutnya lebih kecil daripada 3° dari Bulan (sebelah kiri/selatan) dengan apparent magnitude sebesar -3.91 (terlihat mata telanjang).
Visibilitas Hilal Ramadan 1447

SAAO

Shaukat

Odeh

Yallop
Dari peta diatas dapat disimpulkan:
– kriteria Odeh (limit danjon < 7⁰) : optik / mata telanjang
– kriteria Shaukat (limit danjon < 7⁰) : optik / mata telanjang
– kriteria Yallop (limit danjon = 7⁰) : optik / mata telanjang
– kriteria SAAO (limit danjon = 7⁰) : optik / mata telanjang
– Peluang terbaik ada di Aceh (altitude & elongasi tinggi).
– Kemungkinan besar rukyat berhasil jika cuaca sangat baik, terutama di wilayah barat.
Secara hisab global, ini adalah kondisi hilal marginal–cukup untuk Indonesia. Maka awal Ramadan 1447 H akan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.