Studi Kasus · Awal Zulhijah 1447 H

Empat Kriteria Visibilitas Hilal

Bagaimana Yallop, Odeh, SAAO, dan Shaukat mengubah posisi bulan & matahari menjadi satu keputusan: terlihat atau tidak.

17 Mei 2026Tanggal pengamatan
DKI Jakarta6,10°S 106,78°E
Banda Aceh5,47°N 95,24°E
Fondasi

Parameter yang dipakai semua kriteria

Setiap kriteria hanyalah cara berbeda meracik angka-angka geometris ini menjadi satu ambang keputusan.

ARCL · Elongasi
Jarak sudut bulan–matahari. Di bawah ∼6,4° hilal tak mungkin terbentuk secara fisis (Limit Danjon).
ARCV
Beda ketinggian bulan–matahari, diukur saat Best Time (matahari sudah di bawah ufuk).
DALT & DAZ
Ketinggian & beda azimuth bulan–matahari, tapi diukur tepat saat matahari terbenam — dipakai SAAO.
W · Lebar Sabit
W = SD × (1−cos ARCL). Mengukur seberapa tebal & cerlang sabit itu sendiri.
Best Time
Sunset + (4/9) × Lag Time — momen kontras hilal terhadap langit paling optimal.
Lag Time
Moonset − Sunset. Makin panjang, makin dalam matahari tenggelam saat Best Time → ARCV membesar.
Kriteria 1 · 1997

Yallop

HMNAO Technical Note No. 69 · dibangun dari 295 rekaman observasi (1859–1996). Mengubah ARCV dan W menjadi satu angka tunggal q.

Dari geometri ke satu angka q
Best Time · 6 zona (A–F)
W   = SD × (1 cos ARCL) f(W) = 11,8371 6,3226·W + 0,7319·W² 0,1018·W³ q   = (ARCV f(W)) / 10
Skala nilai q · Jakarta (J) vs Banda Aceh (A)
J −0,349
A −0,113
FEDCBA
F ≤−0,293 mustahil fisik
E tak terlihat teleskop
D butuh binokuler/teleskop
C terlihat MT setelah dibantu optik
B kondisi atmosfer sempurna
A mudah, mata telanjang
Jakarta jatuh di ujung kiri — ARCV (6,75°) kalah jauh dari ambang f(W) (10,23°) → Zona F, di bawah Limit Danjon. Banda Aceh, dengan ARCV lebih besar (8,92°), masuk Zona C.
Kriteria 2 · 2004

Odeh

Experimental Astronomy 18:39–64 · 737 rekaman dari jaringan global. Formula W identik Yallop, tapi f(W) dibalik urutan koefisiennya dan hasil akhirnya V punya ambang zona yang lebih longgar & eksplisit membedakan mata-telanjang vs alat-optik.

Dari geometri ke satu angka V
Best Time · 4 zona (A–D)
W      = SD × (1 cos ARCL) f(W) = 0,1018·W³ + 0,7319·W² 6,3226·W + 7,1651 V      = ARCV f(W)
Skala nilai V · Jakarta (J) vs Banda Aceh (A)
J 1,18
A 3,54
DCBA
D tidak terlihat sama sekali
C hanya dengan alat optik
B terlihat, atmosfer baik
A mudah, mata telanjang
Odeh lebih toleran dari Yallop pada ARCV kecil — Jakarta (V=1,18) sudah masuk Zona C, "visible with optical aid", padahal Yallop menyebutnya mustahil. Banda Aceh naik ke Zona B.
Kriteria 3 · 2001

SAAO · Caldwell & Laney

African Skies No. 5 · satu-satunya kriteria yang tidak memakai Best Time. Dievaluasi tepat saat matahari terbenam, dengan dua sumbu sekaligus: DALT (ketinggian bulan) dan DAZ (beda azimuth) — jadi tidak bisa diringkas satu angka, melainkan tabel 2 dimensi.

DALT diuji terhadap DALT1 / DALT2 pada DAZ aktual
Saat Sunset · interpolasi tabel
DALT1, DALT2 = interpolasi tabel Caldwell & Laney pada DAZ lokasi Jika DALT ≥ DALT2   → HIJAU (possible) Jika DALT1 ≤ DALT < DALT2 → BIRU (improbable) Jika DALT < DALT1      → TIDAK BERWARNA (not possible)

DKI Jakarta · DAZ 7,7°

DALT1 5,36° · DALT2 7,26° · aktual 4,70°
4,70°
DALT1DALT2
4,70° < 5,36° → Tidak Berwarna — bulan di atas ufuk, tapi terlalu redup untuk optik apapun.

Banda Aceh · DAZ 6,2°

DALT1 5,66° · DALT2 7,56° · aktual 6,80°
6,80°
DALT1DALT2
5,66° ≤ 6,80° < 7,56° → Biru — visibilitas sangat tidak mungkin, tapi bukan mustahil.
Tidak berwarna — not possible
Biru — improbable
Hijau — possible
Kriteria 4 · moonsighting.com

Shaukat

Formulanya identik persis dengan Yallop (W, f(W), dan Q sama dengan q). Bedanya cuma di mana garis batas zona ditarik — Shaukat menggeser batas zona "hanya optik" jadi jauh lebih lebar.

Q identik dengan q Yallop, batas zona digeser
Best Time · 5 zona (A–E)
Q = (ARCV f(W)) / 10   // sama persis dengan q Yallop
Skala nilai Q · Jakarta (J) vs Banda Aceh (A)
J −0,349
A −0,113
EDCB
E tidak terlihat
D hanya dengan alat optik
C butuh optik untuk menemukan dulu
B kondisi sempurna
A mudah
Karena batas zona D Shaukat jauh lebih lebar (−0,212 s.d. −0,480) dibanding Yallop, angka Jakarta yang sama (−0,349) berpindah dari Zona F (Yallop) menjadi Zona D, "visible with optical aid only" (Shaukat).
Ringkasan

Empat kacamata, satu langit

Nilai mentah geometrisnya sama untuk kedua kota. Yang berbeda hanya di mana masing-masing kriteria menarik garis "cukup" — itulah kenapa hasil akhirnya bisa berbeda satu sama lain.

KriteriaJakartaZonaBanda AcehZona
Yallopq = −0,349F · mustahilq = −0,113C · butuh optik dulu
OdehV = 1,18C · alat optikV = 3,54B · atmosfer baik
SAAODALT 4,70°Tak berwarnaDALT 6,80°Biru · improbable
ShaukatQ = −0,349D · hanya optikQ = −0,113C · cari dg optik