Bagaimana Yallop, Odeh, SAAO, dan Shaukat mengubah posisi bulan & matahari menjadi satu keputusan: terlihat atau tidak.
Setiap kriteria hanyalah cara berbeda meracik angka-angka geometris ini menjadi satu ambang keputusan.
HMNAO Technical Note No. 69 · dibangun dari 295 rekaman observasi (1859–1996). Mengubah ARCV dan W menjadi satu angka tunggal q.
Experimental Astronomy 18:39–64 · 737 rekaman dari jaringan global. Formula W identik Yallop, tapi f(W) dibalik urutan koefisiennya dan hasil akhirnya V punya ambang zona yang lebih longgar & eksplisit membedakan mata-telanjang vs alat-optik.
African Skies No. 5 · satu-satunya kriteria yang tidak memakai Best Time. Dievaluasi tepat saat matahari terbenam, dengan dua sumbu sekaligus: DALT (ketinggian bulan) dan DAZ (beda azimuth) — jadi tidak bisa diringkas satu angka, melainkan tabel 2 dimensi.
Formulanya identik persis dengan Yallop (W, f(W), dan Q sama dengan q). Bedanya cuma di mana garis batas zona ditarik — Shaukat menggeser batas zona "hanya optik" jadi jauh lebih lebar.
Nilai mentah geometrisnya sama untuk kedua kota. Yang berbeda hanya di mana masing-masing kriteria menarik garis "cukup" — itulah kenapa hasil akhirnya bisa berbeda satu sama lain.
| Kriteria | Jakarta | Zona | Banda Aceh | Zona |
|---|---|---|---|---|
| Yallop | q = −0,349 | F · mustahil | q = −0,113 | C · butuh optik dulu |
| Odeh | V = 1,18 | C · alat optik | V = 3,54 | B · atmosfer baik |
| SAAO | DALT 4,70° | Tak berwarna | DALT 6,80° | Biru · improbable |
| Shaukat | Q = −0,349 | D · hanya optik | Q = −0,113 | C · cari dg optik |